











INDONESIA: Penggunakan kaolin Blitar sebagai sumber silika dan alumina untuk sintesis zeolit NaX telah dilakukan. Kaolin diubah terlebih dahulu menjadi metakaolin melalui proses alkali fusi. Proses alkali fusi dilakukan dengan rasio berat NaOH/kaolin 2 :1. Sintesis zeolit NaX dilakukan dengan variasi metode hidrotermal dan metode sonikasi …



Dealuminasi metakaolin dilakukan dengan larutan HCl. Proses hidrotermal dilakukan pada suhu 170°C selama 48 jam menghasilkan zeolit ZSM-5 mikropori yang dikonfirmasi dari hasil analisis produk menggunakan XRD dan FTIR. ZSM-5 mesopori diperoleh dengan cara desilikasi ZSM-5 mikropori menggunakan larutan NaOH.































Metakaolin terdealuminasi diperoleh dari dealuminasi metakaolin menggunakan larutan HCl. Zeolit ZSM-5 dengan komposisi molar 0,047 SiO2:0,010 NaOH:1,67 H2O dibuat tanpa cetakan zat organik. Zeolit ZSM-5 terbentuk melalui proses hidrotermal pada suhu 170°C selama 48 jam, yang ditunjukkan oleh analisis hasil XRD dan FTIR.



Belitung dikalsinasi menggunakan furnace selama 8 jam pada suhu 650°C. Metakaolin yang diperoleh kemudian dikarakterisasi menggunakan XRF (X-ray Flourescence) dan XRD (X-ray Diffraction). b. Dealuminasi metakaolin Sejumlah metakaolin direfluks dengan larutan HCl 8 M (perbandingan masa matekaolin dan volume HCl = 1: 5, pada







Zeolit NaA telah disintesis dari reaksi kaolin dengan NaOH; dan metakaolin dengan NaOH menggunakan metode hidrotermal. Metakaolin diperoleh dengan cara memanaskan kaolin pada suhu 650 oC selama 3 jam sesuai dengan analisis DTA/TGA Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa kristalinitas dan kemurnian zeolit NaA dari metakaolin lebih …








